Senin, 14 Juli 2014

KEMAS UI


Keluarga Mahasiswa Sriwijaya Universitas Indonesia

         Mereka adalah keluarga saya selama kuliah jauh dari orangtua. Sebuah Paguyuban dari Provinsi Sumatera Selatan Meskipun saya hanya sendiri tanpa teman, tanpa senior dan tanpa junior dari Belitang OKUT, tetapi mereka tidak mempermasalahkan hal itu. Mereka tidak membeda-bedakan antar sesama anggota Kemas. Saat awal-awal menjadi Maba, saya pernah ikut berkumpul bersama Paguyuban Kemas UI sekitar 2x di Asrama dan setelah itu sampai UAS saya tidak ikut lagi karena banyak sekali 
 kegiatan Maba yang harus saya ikuti.

Memasuki awal semester genap, saya mencoba menyempatkan diri untuk bisa berkumpul bersama mereka lagi. Tidak berubah, suasananya tetap menyenangkan seperti pertama kali saya dikenalkan dengan paguyuban dari Sumsel itu dulu. Mereka begitu ceria, lucu dan menggembirakan. Suasana seperti itulah yang mampu membuat saya rindu dan melupakan sejenak semua masalah tugas-tugas kuliah. Saya merasa sangat bahagia jika berada di antara mereka. Saya                                                               sangat merasa bersalah dan menyesal telah melewatkan                                                                  kegiatan-kegiatan yang dirancang oleh Kemas. Jika saja  

waktu dapat dikembalikan, aku pasti akan mengikuti seluruh kegiatan itu. Sejak sebelum Kemas Plesiran 2014, saya selalu mencoba menyempatkan dan meluangkan waktu untuk bisa bercengkerama bersama Kemas UI kembali. Meskipun saya belum sepenuhnya akrtab dan belum tahu seluruhnya nama-nama dari anggota Kemas, tapi saya yakin kalau mereka semua adalah saudara-saudara Paguyubanku yang sangat baik dan ramah. Ada satu kalimat yang selalu membuat saya nyaman berada di tengah-tengah mereka yaitu kalimat "kita ini bukan sebuah organisasi yang selalu mencari provit, tapi kita ini adalah sebuah paguyuban yang selalu lebih mengutamakan kekeluargaan". Saya sangat senang memiliki teman-teman dan senior paguyuban sebaik, seramah, sepintar dan selucu mereka. Saya berharap suasana dan kekeluargaan yang tercipta di Kemas UI tidak pernah pudar dan selalu seperti ini, Aamiin. Sayaang Kemas selalu :)

   

Rabu, 02 Juli 2014

D3LT2

 
SAHABAT SMA      
        
         Itu adalah gambar saya dan para sahabat terbaik. Saya mulai dekat dengan mereka setelah satu kelas ketika kelas XII.Sebenarnya kami sudah mengenal satu tahun yang lalu karena sebelumnya kami juga satu kelas di kelas XI.IPS4, namun keakraban kami mulai tumbuh dan berkembang saat disatukan kembali di dalam kelas XII.IPS5.Kami duduk sebaris saat itu. Bangku paling depan diduduki Tutik dengan Devika, dibelakang mereka diduduki Tria dengan Dhayu dan dibelakangnya diduduki oleh saya sendiri (Lia) dengan Desti.Sejak saat itu kami sering melewatkan hari bersama seperti ke kantin bareng, shalat dhuhur bareng, ganti baju olahraga bareng bahkan ngopy artikel 1 lembar pun yang ke tempat photocopy-annya ber-6. Sejak bertemu mereka saya merasa memiliki teman karena sebelumnya selama SMA saya belum pernah memiliki teman dekat seperti mereka. Mereka selalu membuat saya gembira, keunikan yang ada pada diri mereka memberikan nilai tambahan tersendiri pada persahabatan kami. 

          Saya sangat senang memiliki sahabat seperti mereka. Awalnya saya tidak menyangka bisa dekat dengan mereka karena di kelas sebelumnya mereka adalah orang-orang yang menurut saya memiliki kelebihan yang lebih daripada saya. Pertama Tiara Dhayu Prameswari, sebelumnya saya tidak pernah menyangka bisa bersahabat dengan orang sepintar dan secantik Dhayu. Yang Kedua Desti Sliani, awalnya saya mengenal dia karena 1 ekskul dan 1 organisasi dengannya.Sebelumnya saya belum pernah membayangkan bersahabat dan sebangku dengan orang yang bersuara merdu dan cantik seperti ndes. Kemudian Tria Oktariani, saya juga tidak menyangka bisa bersahabat dengannya yang awalnya namanya pun saya tidak tahu dan saya hanya hanya tahu kalau dia adalah anak Pramuka di SMA N 1 Belitang.Lalu Tutik Alawiyah, saya pun juga belum pernah membayangkan bisa bersahabat dengan orang secantik dan sepolos dia. Dan terakhir Devika Putri Kistiani yang awalnya hanya mengenalnya lewat OSIS sekarang malah jadi sahabatan.  

       Sekarang kami berpisah untuk mengejar cita-cita. Kami tidak disatukan di 1 Universitas, kami semua berpisah kecuali Dhayu dan Tria. Saat ini Dhayu kuliah jurusan Ilmu pemerintahan di Universitas Lampung ( UNILA ),Tria Ilmu Perpajakan di Universitas Lampung (UNILA), Devika Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Serang, Tutik Pendidikan Bahasa Inggris di IAIN Raden Fattah Palembang, Desti Bimbingan dan Konseling di Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang dan saya Sastra Daerah Untuk Sastra Jawa di Universitas Indonesia (UI) Depok. Meskipun terpisah, tapi komunikasi kami tidak putus. Saya akui setelah kami kuliah sangat sulit sekali mencari waktu untuk berkumpul karena libur semester kami pun juga berbeda. Saya sering merindukan mereka, merindukan canda tawa mereka, merindukan semua hari-hari yang sudah kami lewati bersama.Saya berharap Persahabatan ini bisa tetap terjaga selamanya. :-)