Sabtu, 30 Maret 2019

SAHABAT KEKASIHKU


SAHABAT  KEKASIHKU
Oleh : Lia


Dear Para Sahabat dari Kekasihku...
Kapan kita berjumpa ?
Dia selalu bercerita kepadaku tentang kalian J
Tentang petualangan dan kebersamaan

Wahai Sahabat Kekasihku...
Tak sengaja aku pernah membaca beberapa pernyataan
Pernyataan yang membuat hati resah dan gelisah
Melayang – layang tak karuan di pikiran

Para Sahabat Kekasihku...
Maaf jika kalian merasa dia telah berubah...
Tak bersedia menyisihkan waktu tuk bertemu...
Dan tak rutin menjalin komunikasi...

Sahabat Kekasihku yang budiman...
Jika dia tak mampu memenuhi ajakan tuk berjumpa, mohon dimaafkan J
Dia selalu berkata ingin mengulang kenangan bersama kalian...
Tapi apa daya jika waktu dan kesempatan belum mengizinkan...

Dia sama seperti kalian teman-teman...
Memiliki mimpi dan harapan...
Dia sadar jika bukan orang berada sepeti teman-teman...
Dan bukan pula dari Sekolah Tinggi di Negeri ini...
Pekerjaannya tak lebih ringan dari pekerjaan kalian...
Jam bekerja dan waktu liburnya pun tak bisa ditentukan...

Para Sahabat yang baik hati...
Mari membayangkan sejenak menjadi dirinya...
Bekerja lebih dari 12 jam...
Pergi pagi pulang malam...
Libur hanya sekali waktu dalam sebulan...
Bisakah adil membagi waktu ?
Membagi waktu untuk istirahat...
Membagi waktu untuk keluarga...
Dan membagi waktu untuk teman – teman...
Dalam waktu sesingkat itu ?

Para Sahabat Kekasihku...
Mohon maaf jika kehadiran diri ini membuat tak nyaman...
Peranku saat ini ialah memberinya semangat...
Sebab tak ada hal lain yang dapat kulakukan selain itu...
Sebagai seorang sahabat,
Aku pun berharap teman – teman sekalian ikut mendukungnya...
Agar dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya...

Dia yang dulu memang sering mengantar jemput teman-teman...
Sering berpetualang bersama mengejar hobi...
Haruskah hingga saat ini dia berpetualang melanglang buana dan mengantar jemput ?
Sementara usia semakin bertambah tua...
Haruskan dia masih mengabaikan masa depannya ?
Sementara teman-teman telah semakin membaik...
Ada yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi...
Ada yang telah berkeluarga....
Dan ada yang telah memiliki pekerjaan tetap dan layak...
Haruskan dia masih jalan di tempat ?

Sahabat Kekasihku yang cantik dan tampan...
Maafkan jika kami telalu terbawa perasaan (baper) dengan gurauan kalian...
Mohon berhenti menghakimi tanpa memahami yang kami alami...
Semoga kelak kita bisa berjumpa dan bergurau bersama...
Salam sayang dari kami yang belum mampu menjadi teman baik


Jakarta, 30 Maret 2019