SAHABAT
KEKASIHKU
Oleh
: Lia
Dear
Para Sahabat dari Kekasihku...
Kapan
kita berjumpa ?
Dia
selalu bercerita kepadaku tentang kalian J
Tentang
petualangan dan kebersamaan
Wahai
Sahabat Kekasihku...
Tak
sengaja aku pernah membaca beberapa pernyataan
Pernyataan
yang membuat hati resah dan gelisah
Melayang
– layang tak karuan di pikiran
Para
Sahabat Kekasihku...
Maaf
jika kalian merasa dia telah berubah...
Tak
bersedia menyisihkan waktu tuk bertemu...
Dan
tak rutin menjalin komunikasi...
Sahabat
Kekasihku yang budiman...
Jika
dia tak mampu memenuhi ajakan tuk berjumpa, mohon dimaafkan J
Dia
selalu berkata ingin mengulang kenangan bersama kalian...
Tapi
apa daya jika waktu dan kesempatan belum mengizinkan...
Dia
sama seperti kalian teman-teman...
Memiliki
mimpi dan harapan...
Dia
sadar jika bukan orang berada sepeti teman-teman...
Dan
bukan pula dari Sekolah Tinggi di Negeri ini...
Pekerjaannya
tak lebih ringan dari pekerjaan kalian...
Jam
bekerja dan waktu liburnya pun tak bisa ditentukan...
Para
Sahabat yang baik hati...
Mari
membayangkan sejenak menjadi dirinya...
Bekerja
lebih dari 12 jam...
Pergi
pagi pulang malam...
Libur
hanya sekali waktu dalam sebulan...
Bisakah
adil membagi waktu ?
Membagi
waktu untuk istirahat...
Membagi
waktu untuk keluarga...
Dan
membagi waktu untuk teman – teman...
Dalam
waktu sesingkat itu ?
Para
Sahabat Kekasihku...
Mohon
maaf jika kehadiran diri ini membuat tak nyaman...
Peranku
saat ini ialah memberinya semangat...
Sebab
tak ada hal lain yang dapat kulakukan selain itu...
Sebagai
seorang sahabat,
Aku
pun berharap teman – teman sekalian ikut mendukungnya...
Agar
dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya...
Dia
yang dulu memang sering mengantar jemput teman-teman...
Sering
berpetualang bersama mengejar hobi...
Haruskah
hingga saat ini dia berpetualang melanglang buana dan mengantar jemput ?
Sementara
usia semakin bertambah tua...
Haruskan
dia masih mengabaikan masa depannya ?
Sementara
teman-teman telah semakin membaik...
Ada
yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi...
Ada
yang telah berkeluarga....
Dan
ada yang telah memiliki pekerjaan tetap dan layak...
Haruskan
dia masih jalan di tempat ?
Sahabat
Kekasihku yang cantik dan tampan...
Maafkan
jika kami telalu terbawa perasaan (baper) dengan gurauan kalian...
Mohon
berhenti menghakimi tanpa memahami yang kami alami...
Semoga
kelak kita bisa berjumpa dan bergurau bersama...
Salam
sayang dari kami yang belum mampu menjadi teman baik
Jakarta,
30 Maret 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar